0

Hanya Engkau (part III)

Posted by Unknown on 9:08 AM
Aku harus segera meninggalkanmu dan menukarmu dengan bahagiaku yang baru. Tanpa belenggu bayang-bayangmu yang semu. Kau hanya sementara, harusnya aku tahu sejak dulu. Saat aku masih memiliki cinta sebelum dirimu. Kau hanya batu pijakan yang harus aku lalui sebagai salah satu proses untuk menemukan kebahagiaan yang sejati. Cintamu membuatku mampu hadapi dunia, kini tanpa cintamu aku pun tak boleh lemah. Aku akan hadapi dunia dengan kekuatan cintaku sendiri pada Tuhan. Aku akan bangkit dari keterpurukan karena kehilangan cintamu.
Jangan pernah kembali. Jangan coba untuk menagih janji yang pernah kita sepakati seperti apa yang sudah aku coba tagih kepadamu kemarin. Cukup aku saja yang pernah memintamu untuk mengingat janji kita sekali lagi. Jangan lakukan hal yang sama denganku. Karena ketika kau mencoba untuk menagihnya padaku, aku tidak akan sudi untuk melayanimu, walau sebagai tamu.
Aku rasa cukup untuk memberi kesempatan kepada ‘kita’ yang pernah aku banggakan dan ceritakan kepada dunia. Aku sudah tidak ingin melihatmu lagi. Aku tutup semua jalan yang memungkinkanku untuk melihatmu. Kau tahu? Aku sudah lelah bermain-main dengan harga diriku.
Sudahlah! Aku berusaha berbicara dan menasihati diriku, bahwa hidup bukan untuk menangis saja, hidup juga bukan untuk tertawa saja. akan tetapi ada nilai dari tangis dan tawa yang dapat membuat kita lebih memaknai dan menghargai napas yang sudah Tuhan beri kepada kita untuk tetap hidup. Aku mencintaimu, Tuhan.

0 Comments

Post a Comment

Copyright © 2009 syaripha's daily All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.